Wednesday, October 4, 2017

TIDAK BISA BUKA TOMBOL NEW ORDER



Bagi teman-teman yang sedang memulai belajar trading, mungkin ada baiknya mengetahui keadaan Meta Trader sebelum mulai menggunakannya untuk bertrading. Bercermin dari beberapa kejadian yang sudah ada, ternyata cukup banyak trader mengalami masalah saat ingin membuka order baru. Ketika mencapai harga dimana akan melakukan buy atau sell, ternyata tombol order tidak berfungsi.
Mengingat fitur ini sangat penting untuk membuka posisi trading, masalah seperti ini tentu tak bisa dibiarkan begitu saja. Lantas, apa yang harus dilakukan? Untuk menyikapi hal itu, mula-mula perlu dipahami apa yang menyebabkan Anda tidak bisa order trading.



Market Sedang Tutup

Jika Anda tidak bisa order trading karena tombol New Order non-aktif, sedangkan MetaTrader masih bisa dibuka dan koneksi internetnya lancar, maka kemungkinan market sedang libur. Pada waktu-waktu tertentu, misalnya di saat tahun baru atau akhir pekan (Sabtu-Minggu), harga hampir tidak bergerak sama sekali. Broker Forex biasanya menetapkan jam libur trading dan menutup layanan, sehingga tentu saja trader tidak bisa order trading di platform.
Ada juga broker yang membiarkan tombol New Order bisa diakses, tapi transaksi masih tidak bisa dilakukan. Dalam hal ini, akan muncul peringatan market sedang out atau instruksi lainnya. Ketika Anda melihat notifikasi, jangan khawatir berlebihan karena sebenarnya tidak ada masalah pada MetaTrader. Yang perlu Anda garisbawahi di sini adalah, MetaTrader tidak bisa difungsikan untuk melakukan open posisi ketika market libur.
Agar tak ketinggalan informasi tentang jadwal market, Anda bisa rutin menyimak kalender forex  atau memperhatikan email dari broker secara berkala. Broker akan mengirimkan notifikasi pada klien sebelum mengadakan perubahan kondisi trading atau meliburkan layanannya.


Keliru Memasukkan Password

Tombol New Order juga bisa tidak berfungsi jika trader salah memasukkan password. Setelah membuka akun, trader memang biasanya diberikan dua password sekaligus, yaitu password login umum dan password investor. Jika yang dimasukkan adalah password investor, maka tombol New Order jelas tidak bisa dibuka karena saat itu Anda berada dalam mode read only.
Mengapa bisa demikian? Password investor memang digunakan secara khusus untuk keperluan trader yang menjalankan peran sebagai manajer pengelola dana trading atau investor. Sebagai manajer, trader dapat mengelola dana klien lain yang menjadi investor dan berinvestasi padanya. Nah, password investor diberikan oleh manajer kepada investor, agar para investor dapat memantau aktivitas trading yang dijalankan manajer. Namun demikian, investor hanya dapat mengamati langsung dan melakukan analisis terhadap hasil transaksi yang dilakukan, tapi tak bisa ikut campur tangan dalam trading sang manajer.

Jadi apabila keliru memasukkan password investor saat login, Anda hanya bisa membaca, melihat, dan mengamati, tapi tidak bisa order trading sendiri. Baik itu order pending, order langsung, ataupun modifikasi posisi tidak bisa dilakukan jika login menggunakan password investor.


Jika Tidak Bisa Order Trading, Jangan Panik Dulu

Tidak bisa akses tombol New Order bukan berarti MetaTrader mengalami masalah. Ada kendala yang perlu dikenali lebih dulu, karena penyebab masalah seringkali berasal dari kelalaian trader sendiri. Jadi sebaiknya, pastikan dulu apakah:
  1. Market sedang tidak libur
  2. Login MetaTrader menggunakan password standard, bukan password investor
Dengan memastikan dua hal di atas, Anda bisa menghindari kesalahan trader amatir yang terlalu cepat panik dan sering menuduh kinerja MetaTrader atau bahkan layanan broker, sebelum mengecek hal-hal sederhana yang bisa dipastikan sendiri.
Apabila tombol New Order masih tidak bisa dibuka meski Anda sudah memastikan waktu trading dan password login, di saat itulah Anda bisa mulai mempertanyakan kelancaran fungsi MetaTrader. Umumnya, solusi terakhir yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah seperti ini adalah: lakukan pencopotan (uninstall) program MetaTrader di PC Anda, kemudian lakukan install ulang.

CHART PATTERN : HEAD AND SHOULDER



Mari kita belajar chart pattern. Anda mungkin sekarang sudah banyak memahami indikator dan bahkan mungkin sudah punya indikator pair andalan sendiri. Ok, that’s great. Tapi masih banyak hal lain yang perlu kita ketahui untuk memahami pergerakan chart sehingga kita bisa berselancar dengan nyaman di gelombang pergerakan chart. Salah satunya adalah mengenali dan memahami chart pattern. Ok deh. Marilah kita belajar tentang pola-pola yang biasa terjadi pada chart atau chart pattern. Mungkin anda bertanya-tanya, apa perlunya memahami chart pattern ini?

Chart pattern berfungsi untuk mengidentifikasi pola yang terbentuk pada chart, dimana apabila pola tersebut terbentuk, kecenderungan akan terjadi gerakan yang ekstrem pada chart. Siapa sih yang gak pengen mengambil keuntungan dari pergerakan yang ekstrem? Hmmm.. pasti semua pengenlah. Siapa sih yang pengen “salah posisi” saat terjadi gerakan ekstrem tersebut? Wuikss, yang ini sih kagaklah.

Nah, memahami chart pattern akan membantu kita untuk bersiap-siap menghadapi gerakan ekstrem tersebut, memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari gerakan tersebut serta menghindari melakukan open di posisi yang “salah”. Yah, namanya juga gerakan ekstrem, kalau kita pas dalam meresponnya, keuntungan besar akan bisa kita dapat. Sebaliknya, kalau kita “salah” dalam meresponnya, ya… siap-siap aja kesabet SL atau bahkan mungkin dijemput ama si MC.

Ada banyak chart pattern yang dikenal, salah satunya adalah double bottom/up. Saya akan mencoba menambahkan pengertian untuk pola yang lain, yaitu head and shoulder pattern. Head and shoulder pattern adalah pola chart reversal, artinya, apabila pola ini terbentuk kecenderungan akan disertai dengan pembalikan harga besar-besaran. Polanya secara umum terlihat seperti berikut:



Ok. Dapatkah anda melihat gambaran “kepala dan bahu” pada pola tersebut? “Kepala” adalah titik tertinggi (higest-high), yang diapit oleh “bahu” yang merupakan dua titik tertinggi sejajar di bawah kepala. Dalam pola seperti itu, kita bisa melakukan open position di bawah “leher”. Kita juga bisa menentukan target sejauh “leher” tersebut dengan mengukur jarak antara “kepala” dan “bahu”. Kecenderungan harga merosot jauh setelah pola ini terbentuk. Seperti halnya pola double top dan double bottom yang berkebalikan, pada pola head and shoulder ini juga berlaku kebalikan. Kurang lebihnya gambarannya sebagai berikut:




Pola kebalikan dari head and shoulder (inverse head and shoulder) ini dibentuk dari sebuah titik terendah (lowest-low) yang diapit oleh dua titik terendah lain (yang tidak serendah kepala) sebagai “bahu”nya. Harga kecenderungan akan naik tajam setelah pola ini terbentuk. Nah, dengan berbekal pada chart pattern ini, anda akan bisa mengantisipasi gerakan chart tersebut dan tentu saja mengambil keuntungan darinya.

Mmm… mungkin bahkan anda berpikir, target yang kita tetapkan masih kurang jauh? Hehehe… sah-sah saja sih kalau masih mau memanfaatkan gerakan yang terjadi. Boleh aja kalau anda masih mau menambah target pips, tapi saran saya, amankan dulu profit yang telah kita dapatkan. Tentunya juga kita masih harus berpegang pada prinsip dasar dalam trading: jangan serakah. Jadi, ambil dan nikmati secukupnya.

Monday, October 2, 2017

CARA MENGENALI KONDISI PASAR SEDANG KONSOLIDASI



Konsolidasi adalah istilah yang digunakan dalam analisa teknikal, baik forex maupun saham, untuk mendeskripsikan periode yang flat. Saat konsolidasi, pergerakan harga tampak tak banyak perubahan. Bisa dibilang, pasar istirahat dulu sebelum melanjutkan trend. Sayangnya, kondisi ini sering terlambat disadari.


Memangnya apa dampaknya jika terlambat menyadai konsolidasi pasar? Tentu saja loss, karena volatilitas sangat rendah, profit pun seret. Saat harga di pasar sedang terkonsolidasi, para pelaku pasar yang sudah berpengalaman biasanya melakukan evaluasi kembali dan mengatur strategi untuk menghadapi pergerakan harga berikutnya. Begini, nih, contoh bentuk chart pergerakan harga saat sedang konsolidasi setelah downtrend:




Trader Enggan Bertrading Saar Pasar Konsolidasi

Nah, di atas tadi telah dijelaskan bahwa saat pasar sedang konsolidasi, para trader biasanya akan memanfaatkan momen ini untuk evaluasi dan atur strategi lagi. Utamanya para trader pecinta trend, tak ada yang mau bertrading saat konsolidasi seperti ini.

Kenapa? Karena harga benar-benar sedang stagnasi alias tidak volatil. Kita akan sulit profit kalau begini. Price movement atau pergerakan harga yang baik adalah memiliki cukup volatilitas. Ingat, volatilitas yang CUKUP ya, karena volatilitas harga yang berlebihan juga ngeri, lho.

Intinya, dua hal inilah kesulitan yang biasa terjadi kalau kita bertrading saat pasar konsolidasi:
  1. Strategi umumnya dirancang untuk pasar yang sedang trend. Jadi kalau pasar sedang konsolidasi, sistem akan sering memberikan sinyal-sinyal palsu.
  2. Jika konsolidasi berlanjut dan kita tak menyadari apa yang sedang terjadi, bisa-bisa kita bakal kehilangan sejumlah besar dana dalam akun trading kita. Mengapa? Karena sulit dapat pofit, kita akan lebih "ngoyo" buka posisi sana-sini, padahal hasilnya tidak akan banyak. Berbeda kalau kita sadar bahwa pasar sedang konsolidasi, kita cukup menyingkir sementara dan atur strategi selanjutnya.
Lalu, bagaimana trader forex bisa tahu kalau konsolidasi harga akan terjadi? Terus terang, tidak bisa. Paling banter, ya, itu tadi, kita hanya bisa menyadari: "Yah elah, pantesan, wong lagi konsolidasi gini!" Setelah kalimat itu terucap, biasanya kita sudah loss. Inilah yang membuat trader enggan bertrading saat pasar konsolidasi. Namun, bukan berarti kerugian dari pasar yang konsolidasi tak bisa diminimalisasi, karena ada 4 cara untuk mengenalinya:

1. Identifikasi Level-Level Harga Mayor Seperti Dengan Level Support Dan Resisten

Yang perlu diingat, level-level support dan resistennya bukan yang biasa, lho, tetapi level SUPPORT DAN RESISTEN MAYOR. Ketika harga mengarah menuju level resisten atau support mayor, pasanglah perkiraan akan kemungkinan konsolidasi pasar. Jadi, jangan lupa membuat antisipasi.

Lalu, bagaimanakah level support dan resisten mayor itu?berikut ini penjelasannya:
  1. Biasanya dapat kita temui pada time frame bulanan, mingguan, dan harian
  2. Harga setidaknya sudah satu satu atau dua kali terbentuk setelah diuji pada level-level support dan resisten sebelumnya
  3. Kita akan melihat bahwa harga ini telah bergerak dengan jarak yang signifikan setelah menyentuh level-level support dan resisten biasa. Bisa sekitar 500 atau 1000 pip selisihnya.
Berikut ini contohnya. Grafik di bawah ini adalah grafik mingguan NZD/USD. Perhatikan tanda lingkaran, itulah level resisten mayornya.


Namun, jika kita ragu apakah 2 level tersebut merupakan level resisten mayor, maka bisa dipastikan dengan menilik di time frame 4H. Berikut ini grafik penjelasannya:



2. Berita Atau Event Politik-Ekonomi Penting

Konsolidasi biasanya terjadi sehubungan dengan peristiwa besar dalam bidang ekonomi atau politik. Umumnya, terjadi menjelang rilis fundamental besar tersebut. Mengapa? Karena biasanya, pasar lebih memilih minggir sebelum pengumuman.

Contohnya, beberapa saat sebelum pengumuman Non Farm Payroll AS. Seringkali, candle-candle di chart menujukkan gerakan yang minim menjelang laporan ketenagakerjaan AS tersebut. Supaya update tentang event-event besar ini, kita harus rajin memantau kalender forex.


3. Saat Pasar Libur

Nah, ini yang paling sering terjadi. Volatilitas biasanya akan sangat rendah saat pasar akan libur besar seperti Natal. Namun, saat libur Lebaran biasanya tidak terlalu berpengaruh, karena pasar finansial dunia terbesar berada di Eropa dan AS yang lebih umum merayakan Natal.

Selain itu, ada pula libur Thanksgiving pada bulan November. Berikut ini contoh chart 1H USD/JPY saat Jepang libur nasional merayakan Labor Thanksgiving, sementara AS juga menjelang hari Thanksgiving-nya sendiri:


Sebagai contoh pada bulan Desember, berikut ini keterangan grafiknya yang diambil dari Forextradingstrategies4u:

4. Amati Break Dalam Trending

Cara keempat untuk mengidentifikasi apakah harga sedang konsolidasi atau tidak adalah dengan mengawasi break dalam pola swing high/low pada trend. Ciri-ciri harga yang sedang trending biasanya memiliki struktur seperti ini:
  • Dalam pasar yang uptrend, harga akan membuat high yang lebih tinggi dan low yang lebih tinggi pula
  • Dalam pasar yang downtrend, harga akan membuat high yang lebih rendah dan low yang lebih rendah pula
Seorang trader forex memang harus bisa memahami struktur pasar yang sedang trending. Begitu kita mulai melihat perilaku harga yang berbeda dari trend, maka kita mulai bisa bertanya pada diri kita apakah harga akan konsolidasi atau tidak.

Pasar yang bergerak akan menciptakan tipe struktur dengan high yang lebih tinggi (swing high) atau low yang lebih rendah (swing low), dimana tren akan terus mendorong pasar ke high atau low baru. Berikut ini contohnya:


Dalam chart tersebut, perhatikan bahwa swing high dan swing low membentuk pondasi untuk mengetahui bahwa pasar sedang trending, dan apabila pasar memang sedang trending, maka ia akan membuat swing high jadi lebih tinggi dan swing low pun juga akan lebih tinggi dalam sebuah uptrend. Sebaliknya, dalam downtrend, swing high akan lebih rendah dan swing low juga akan lebih rendah.

Pada middle section dari chart tersebut, kita melihat perilaku pasar mulai berbeda, mulai membuat high yang lebih rendah tapi tidak membuat low yang lebih rendah. Inilah yang merupakan pertanda bahwa pasar sudah tak lagi trending dan memasuki fase konsolidasi.


Cara Efektif Untuk Bertrading Selama Pasar Konsolidasi

Rahasianya, bertradinglah pada timeframe yang lebih besar. Konsolidasi pasar memang lazimnya dalam timeframe yang lebih kecil, tetapi jika kita beralih untuk trading dalam time frame yang lebih besar seperti daily, maka kita bisa menghindari konsolidasi harga yang biasa terjadi dalam time frame-time frame yang lebih kecil.
Pada akhirnya, keempat cara di atas tidak bisa secara akurat memprediksi kapan pasar akan konsolidasi. Namun setidaknya, kita tak perlu kehilangan uang terlalu banyak karena begitu menyadari pasar sedang konsolidasi, kita akan dengan bijak berhenti bertrading.

Thursday, September 7, 2017

ROLLOVER DAN EARLY CLOSURE : 2 CARA MEMBATASI RESIKO TRADING BINARY OPTIONS



Selain dengan mengatur jumlah kapital dan menerapkan strategi hedging, mengelola expiry time dapat menjadi salah satu solusi yang menarik untuk mengatur manajemen resiko pada trading binary options Anda. Expiry ditetapkan sebagai waktu kadaluarsa bagi option yang Anda tempatkan. Fitur ini sangat krusial, sebab dari sinilah trader bisa mendapat kepastian, apakah option yang dipilihnya berakhir dengan kesuksesan atau kegagalan. Pemilihan waktu berakhirnya option sekaligus merupakan strategi exit dalam trading binary options. Disamping pemilihan arah option, penempatan waktu expiry yang tepat adalah kunci kesuksesan trading.



Dalam beberapa kasus, expiry time dapat membantu trader untuk lebih konsisten dalam menjalankan strategi trading yang didasarkan pada jangka waktu tradingnya. Akan tetapi, ketika Anda melakukan kesalahan analisa pada expiry time sehingga option yang ditempatkan kemudian beresiko gagal, tidak ada yang dapat dilakukan kecuali menunggu expiry time tiba. Apabila waktu kadaluarsa yang dipilih terlalu cepat, option tetap akan berakhir out-of-the-money meskipun analisa trading Anda sebetulnya benar. Kondisi ini terjadi karena analisa pada pergerakan harga yang kurang akurat. Misalnya, Anda mengambil option high/low dan menempatkan option "high" dengan expiry time 1 jam. Namun ternyata harga membutuhkan waktu 1.5 jam untuk dapat bergerak lebih tinggi dari strike price.
Di sisi lain, expiry time yang ditempatkan terlalu lama juga akan membawa kerugian pada option Anda. Hal ini dapat terjadi karena volatilitas harga yang berubah atau kesalahan analisa pada kekuatan tren. Kita bisa menggunakan contoh trading sebelumnya dengan pemilihan expiry time pada 2 jam. Harga memang sempat naik setelah posisi option berlangsung selama 1.5 jam. Namun, tren tersebut ternyata tidak bertahan lama. 15 menit kemudian harga mulai beranjak turun, dan saat expiry time Anda habis harga malah berada di posisi yang lebih rendah dari strike price sebelumnya.

Kekhawatiran trader akan kesalahan penempatan expiry time dapat diatasi dengan beberapa strategi trading, seperti hedging dan reversal. Namun, trader perlu melakukan analisa tambahan untuk dapat menempatkan option kedua, agar resiko trading tidak malah bertambah. Kesulitan trader pemula dalam menemukan sistem hedging atau reversal yang baik dapat menjadi penghalang dalam mengatasi kecemasan karena expiry time yang kurang sesuai.

Beberapa broker berusaha mengembangkan layanan pengatur expiry time yang memungkinkan trader untuk mengubah waktu kadaluarsa dari option yang telah ditempatkannya. Baru-baru ini, fitur pengelola expiry times telah menjadi fasilitas yang ramai ditawarkan oleh broker-broker binary options. Lalu, apa sajakah layanan itu? Adakah syarat yang ditentukan untuk dapat memanfaatkannya? Dan Kapan saat yang tepat untuk menggunakan fasilitas broker tersebut?
Rollover dan Early Closure
Rollover adalah salah satu fasilitas broker binary options yang dapat menambahkan expiry time. Layanan ini diperuntukkan bagi trader yang merasa telah menempatkan expiry times terlalu awal. Dalam contoh trading di atas, Anda bisa memanfaatkan fasilitas rollover untuk menambah expiry time, yang semula hanya 1 jam menjadi 1.5 jam atau lebih.

Sementara itu, Early Closure (Penutupan Awal) memiliki fungsi yang bertolak belakang dengan rollover. Fitur ini bisa menutup posisi option lebih awal dari expiry time yang seharusnya. Pada kondisi trading di beberapa broker, Anda bahkan bisa menutup posisi option dengan layanan Early Closure. Hal ini secara otomatis menjadikan Early Closure sebagai akselerator expiry times. 

Pada beberapa broker, fitur penutupan awal juga dikenal sebagai Option+, dimana Anda dapat menjual option yang dijalankan dengan quote harga yang ditentukan oleh broker. Saat Anda  memutuskan untuk menjual option yang tengah berjalan, options tersebut akan tertutup meski expiry times belum habis. Jenis penutupan awal seperti ini berguna untuk meminimalisir resiko dari trading options yang jelas tidak akan berakhir in-the-money. Meski tingkat return bisa saja lebih rendah dari total profit option yang berjalan sukses, metode ini dapat mencegah kerugian yang timbul apabila option tersebut benar-benar gagal. Maka dari itu, cara ini bisa bekerja dengan efektif ketika Anda merasa benar-benar kurang yakin dengan analisa trading Anda.
Syarat Penggunaan Rollover dan Early Closure
Seperti halnya fasilitas trading lain, terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum bisa menggunakan Rollover ataupun Early Closure. Kedua fitur tersebut memiliki syarat-syarat yang berbeda, di antaranya adalah:

Ketentuan untuk Rollover:
  1. Terdapat komisi trading, dengan ukuran rata-rata sebesar 30% dari kapital trading. Anda disarankan untuk menggali informasi mengenai besaran komisi ini sebelum menggunakan fitur rollover.
  2. Hanya dapat digunakan sekali untuk satu option
  3. Kebanyakan broker baru memperbolehkan penggunaan rollover jika expiry time yang tersisa kurang dari 20 menit. Sebagai contoh, apabila Anda menempatkan expiry time pada pukul 17.00, fasilitas rollover baru bisa diaktifkan mulai pukul 17.40.
  4. Beberapa broker tidak memberikan biaya trading, namun memotong waktu expiry time dan membebankannya pada option serupa di kemudian hari. Dengan demikian, rollover jenis ini memiliki fungsi yang hampir mirip dengan Early Closure. Perbedaannya ada pada penyimpanan sisa expiry times yang akan diberikan untuk options yang sama di lain waktu.

Ketentuan untuk Early Closure:
  • Ada waktu minimum yang ditetapkan untuk mengaktifkan penggunaan fasilitas ini. Contohnya, ada broker yang memungkinkan trader menutup option lebih awal jika posisinya tersebut belum mencapai 3 menit atau berada di 5 menit terakhir sebelum expiry time tiba.
  • Fasilitas ini tidak berlaku untuk semua jenis trading.
  • Ada komisi tambahan yang diberlakukan
  • Pada jenis Option+, broker menetapkan quote harga beli yang bisa berubah sesuai dengan besaran kapital dan expiry time.

Kapan Saat Yang Tepat Untuk Menggunakan Rollover dan Early Closure?
Meskipun terlihat menarik, dua fasilitas pengatur expiry time ini tetap tidak aman jika digunakan tanpa aturan. Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan-kebijakan broker yang membebankan komisi sebelum trader dapat menggunakan fitur rollover ataupun Early Closure. Tidak hanya itu, pemilihan jenis trading juga dapat menjadi aspek yang dipertimbangkan apabila Anda ingin bebas meraih profit dengan jenis trading apapun.

Saat yang tepat untuk menggunakan rollover adalah ketika hasil analisis Anda terbukti benar, tapi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk harga bergerak ke arah yang diinginkan. Misalnya saja, Anda menempatkan option “out” untuk memperkirakan USD/JPY yang akan berada di luar range harga 117.450 dan 117.600 untuk 1 jam ke depan. 50 menit kemudian, harga ternyata masih berada di level 117.588. Meskipun telah berhasil naik secara signifikan, options tersebut jelas memerlukan waktu yang lebih lama agar harga dapat keluar dari range secara meyakinkan. Untuk itu, Anda menggunakan fasilitas rollover dengan menambahkan waktu kadaluarsa, yang dapat memberikan kesempatan lebih besar untuk dapat meraih keuntungan. Jika 15 menit kemudian harga berhasil mencapai level 117.608, biaya penggunaan rollover tentu tidak akan menjadi sia-sia karena dapat menyelamatkan options Anda dari kemungkinan gagal. Hal ini tentu saja harus disertai dengan dukungan analisa teknikal atau fundamental yang kuat. Jika rollover digunakan tanpa perhitungan yang terukur, Anda bisa beresiko menambah kerugian karena jumlah komisi yang harus dibayarkan.

Sebaliknya, rollover kurang baik digunakan saat harga sudah menunjukkan pergerakan yang berlawanan dengan arah trading Anda. Trader yang melakukan tindakan pencegahan saat berada diambang kerugian cenderung mengambil keputusan yang lebih beresiko. Oleh karena itu, jika options Anda tidak menunjukkan arah pergerakan yang menguntungkan, Anda lebih baik menggunakan fasilitas Early Closure atau menunggu hingga expiry time tiba. Cara ini akan lebih aman daripada harus menambahkan rollover yang membebankan komisi trading namun belum tentu dapat menjamin keberhasilan options Anda.

Early Closure bisa digunakan pada situasi trading apapun. Metode penggunaan fitur ini dapat bersifat wajib ketika Anda benar-benar yakin bahwa harga akan bergerak ke arah yang sebaliknya ketika expiry time awal Anda habis. Di sisi lain, Anda disarankan untuk berpikir baik-baik sebelum mengaplikasikan Early Closure pada option yang sedang berada di jalur kegagalan. Cara tersebut bisa bermanfaat untuk memberikan waktu yang lebih banyak untuk melakukan evaluasi dan analisa trading bagi penempatan options selanjutnya. Akan tetapi, hal ini juga bisa disayangkan jika ternyata harga berada di posisi yang tepat saat expiry time habis di waktu yang seharusnya. Untuk itu, kemampuan trading dari segi analisa dan pengambilan keputusan yang tepat dapat sangat berpengaruh pada potensi profit Anda.

Sementara itu, Early Closure yang diluncurkan dengan jenis trading Option+ hanya perlu dilakukan saat Anda yakin option akan berakhir out-of-the-money. Hal ini dikarenakan, harga beli yang ditawarkan oleh broker akan selalu lebih rendah dari return profit yang dapat diperoleh. Sebagai contoh, Anda bertrading Option+ dengan kapital sebesar $1000. Dengan rate profit pada 60%, kemungkinan payout jika option Anda berakhir adalah sebesar $1600. Namun saat Anda melihat quote harga beli yang berlaku dari broker, pembayaran yang Anda dapatkan hanya sejumlah $1400. Dengan demikian, potensi profit Anda dapat berkurang sebanyak $200. Disamping itu, masih ada komisi $1 yang harus Anda bayarkan sebagai biaya transaksi dari proses jual option Anda kepada pihak broker. 

Tampilan dari tawaran quote harga beli di Option+

Kerugian tersebut memang patut disayangkan jika option Anda masih berpeluang untuk berakhir in-the-money. Sebaliknya, pilihan ini dapat membawa keuntungan apabila ternyata harga masih bertahan di posisi yang tidak sesuai dengan analisa trading Anda. Setidaknya Anda masih dapat membawa hasil $400 dengan penggunaan fasilitas ini. Keuntungan lain dari jenis Option+ adalah quote harga yang terus berubah setiap 4 detik sekali. Jika Anda merasa kurang puas dengan suatu quote harga beli, Anda dapat terus meng-update quote terbaru untuk mendapatkan tingkat harga yang paling sesuai.
Kesimpulan
Untuk mempertahankan kegunaan rollover dan Early Closure sebagai fasilitas pengatur expiry time yang dapat membantu membatasi resiko trading, Anda perlu mempertimbangkan kemungkinan pergerakan harga dengan lebih seksama. Jangan sampai rollover atau Early Closure yang diterapkan justru membatasi peluang profit. Penggunaan di saat yang tepat akan sangat membantu Anda mengantisipasi resiko kegagalan, sementara penerapan yang kurang sesuai dapat memperkecil potensi keuntungan yang dapat Anda raih. Perhitungan komisi juga perlu dipertimbangkan secara khusus, mengingat penggunaan fasilitas yang tidak pada tempatnya malah akan membuang-buang dana trading yang dibayarkan sebagai komisi dari pemanfaatan layanan rollover ataupun Early Closure.